This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

3 Alasan Mengapa Orang Tua Kita Suka Memaksa

Didunia ini tentulah semua orang memiliki ayah,Ibu, atau siapapun yang menjaga kita. Merekalah yang sering kita panggil dengan sebutan orang tua. Orang tua adalah orang yang sudah dewasa serta bertanggung jawab terhadap kehidupan anggota keluarganya. Tanggung jawab itu berupa, penyedian sandang pangan dan papan. Keamanan dan kesalamatan anggota keluarganya mutlak perlu dijaga agar terhindar dari sesuatu yang tidak dinginkan. Oleh sebab itu tak jarang kita melihat orang tua kita sering memiliki kekhawatiran yang berlebih, atau rasa sayang yang amat dalam sehingga cenderung memaksa jika menyuruh sesuatu. Tentu dibalik semua kita tahu terdapat tujuan yang baik disana. Nah, berikut ini akan disampaikan 3 Alasan Mengapa Orang Tua Suka Memaksa. Simak ya ! 1. Memiliki Pengalaman Buruk. Peristiwa-peristiwa di masa lalu sering tak bisa dilupakan, apalagi peristiwa-peristiwa yang penting dan merubah pola pikir seseorang. Semisal, Ibu Astri pernah mengalami penipuan oleh orang yang baru ia kenal, yang mengakibatkan hartanya raib. Dari peristiwa itu ia sekarang berubah menjadi orang yang hati-hati dan waspada agar kejadian tersebut tidak terulang.Kini Ia selalu berhati-hati pada orang baru, begitu pula anaknya. Tentu masih banyak contoh-contoh yang lain, namun pengalaman-pengalaman buruk tersebut dapat merubah pola pikir seseorang menjadi lebih agresif dan berhati-hati. 2. Insting Melindungi Yang Tinggi Selayaknya orang yang mencintai dan menyayangi keluarganya, orang tua secara otomatis akan melindungi anaknya tanpa disuruh sekalipun. Sebagaimana mahkluk hidup yang lain, mereka memiliki insting yang kuat untuk menjaga dan melindungi. Sehingga hal-hal yang dianggap membahayakan kesalamatan anggota keluargannya akan dijauhkan, baik dengan kata-kata yang tegas, bahkan tindakan fisik yang keras. 3. Mendidik Anak Tidak ada maksud lain dari sikap memaksa orang tua kita selain untuk mendidik anak. Orang tua tentu sudah mengalami asam garam kehidupan serta berbagai pelajaran hidup yang belum diperoleh anaknya. sehingga wajarlah tatkala mereka memiliki kehendak harus cenderung harus dipaksakan sebagai tanda bahwa "kamu belum tahu apa-apa". Nah, itulah beberapa alasan mengapa sikap memaksa orang tua suka muncul tanpa disadari oleh mereka. Yang perlu kita pahami yakni bahwa orang tua kita sangat sayang kepada anggota keluarganya, mereka akan melakukan apapun untuk menjamin kesalamatan keluarganya. Namun, kita juga harus memberikan pengertian kepada mereka bahwa sikap tersebut adalah tidak baik jika terus dilakukan. Itu dia. Semoga wawasan kita bertambah ya!

5 Trik Cara Mengetahui Jati Diri Anda

Terkadang kita sering bertanya-tanya kepada diri kita sendiri tentang  "siapa aku sebenarnya?", "Apa tujuan aku diciptakan? ", serta pertanyaan-pertanyaan lain tentang kepribadian kita. Hal seperti itu sangat wajar , terutama bagi para remaja yang sedang beranjak dewasa dan dalam proses pencarian jati diri. Nah, beberapa orang mungkin telah menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Sebab mereka telah mengalami proses-proses yang secara tak langsung menggiring mereka menemukan jati diri tersebut. Proses-proses itu adalah sekumpulan pengalaman-pengalaman yang membentuk jati diri serta kepribadian yang mantap. Lalu bagaimana caranya supaya kita dapat menemukan jawaban tersebut lalu menemukan jati diri kita? berikut ini akan disampaikan 5 Trik Cara mengetahui Jati diri Anda.
Apa saja sih yang harus dilakukan untuk mengetahui jati diri kita.

1. Temukan Hal yang disukai dan tidak disukai.

Berbagai macam hal dalam kehidupan sehari-hari tersedia untuk kita lakukan. Secara tidak langsung kesukaan terhadap sesuatu hal tersebut dapat mencerminkan diri kita. Namun tidak semua orang memiliki kesukaan yang sama. Kakak anda mungkin menyukai olah raga, humor dan bercerita, namun bisa jadi anda beberbeda cenderung lebih suka membaca, belajar dan berfikir. Beberapa orang mungkin suka menjelajah alam, melakukan sesuatu yang ekstrem dan melakukan hal-hal penuh kegilaan, bisa jadi anda lebih suka duduk menonton tivi, menyendiri, mencari kebahagian sendiri dsb. Kesukaan akan suatu hal adalah gambaran tentang diri kita, sehingga kita dapat menentukan kepribadian diri kita ini. 

2. Kenali kelebihan dan kelemahan anda.

Mengenali kelebihan dan kekurangan pada diri anda sangat baik bagi penemuan jati diri. Jika kita telah mengetahuinya maka akan semakin mudah mengembangkannya sesuai potensi-potensi yang kita miliki. Kelebihan yang ada pada diri kita adalah kekuatan untuk terus memantapkan siapa diri anda yang sebenarnya. Dan anda mulai mengetahui "Ini yang aku Bisa" atau "Aku ahli dalam hal ini". Pernyataan seperti itu akan anda temukan manakala anda menggali diri anda lebih dalam, melakukan instrospeksi diri.

3. Adakah diri kita mirip dengan orang lain?

Saat kita bergaul dan  berkomunikasi bersama teman, orang tua atau siapapun, kita dapat menilai orang tersebut. Penampilan, cara berbicara, cara berjalan serta cara memperlakukan orang lain pasti melekat pada orang tersebut. Tak jarang beberapa hal pada orang tersebut mirip dengan kita lalu anda berkata dalam hati "Apakah aku seperti dia". Peristiwa tersebut sering kita alami. Sangat baik jika kita gunakan orang tersebut sebagai cermin, gambaran tentang jati diri anda. Jika baik maka hiasilah dengan hal positif jika tidak maka segeralah berubah menjadi diri yang baik.

4. Mencoba Hal-hal baru.

Jika anda telah mengetahui kelebihan dan kekurangan, hal yang disukai dan tidak, serta cerminan diri dalam orang lain, namun  belum benar-benar yakin sepenuhnya dalam hati bahwa ini memang diri anda, maka mencoba hal-hal baru adalah sebuah cara agar anda mantap bahwa saat melakukan kegiatan baru, suasana baru, lingkungan baru anda akan merasa bahwa "Ini AKu". Namun jika sebaliknya, atau anda merasa bahwa ini bukan diri anda, cobalah untuk terus mencari. Menggali lebih dalam tentang diri anda. Temukan hal-hal yang cocok dengan anda. Perlu diketahui bahwa mencoba hal baru, pilihlah yang benar-benar anda minati.

5. Mantapkan 

Nah, Jika anda yakin bahwa "Ini aku", maka saatnya anda mantapkan dengan memperdalam, mempercantik kepribadian anda, menghiasinya menjadi sebuah jati diri. Tentunya harus yang positif ya.